Nama : Rido Ansyori
NIM : A1B114094
Prodi : Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia
Judul Jurnal Acuan : Faktor-Faktor
Yang Memengaruhi Maraknya Karya Sastra yang Mengupas Persoalan Seksualitas Dan
Tubuh Dalam Kesusastraan Indonesia Modern Pada Era Reformasi
Penulis:Nenden Lilis Aisyah
Perencanaan
(Planning) dengan tahap diskriptif dan sosiologi sastra. Mencari sumber sastra
yang berkaitan dengan sosiologi sastra. Tujuan saya membuat jurnal ini natinya
yaitu mengetahui faktor-faktor kesusastraan Indonesia pada era Reormasi dengan
maraknya karya sastra yang mengetengahkan dan mengupas seksualitas dan tubuh. Mengaitkan
beberapa jurnal berkaitan dengan jurnal yang saya ingin teliti. Tema yang masih
erat kaitannya dengan jurnal yang saya ingin diteliti. Tidak berhenti sampai di
situ lanjut ke judul. Judul yang mungkin akan menarik pembaca, walaupun judul
jurnal yang saya buat berbau seksualitas. Karena dengan itu pembaca mengetahui
realita karya sastra yang mengupas seksualitas dan tubuh.
Kesulitan
yang mungkin saya temui untuk membuat jurnal ini yaitu menemukan dan mengupas
dengan seksama seksualitas dan tubuh.
Karena sebelum mengupas jurnal tersebut, harus mempunyai data-data yang
relevan. Tidak hanya sekedar membaca biasa saja. Mengaitkan karya sastra yang satu
dengan karya sastra yang lain. Terutama dengan karya sastra yang berbau
seksualitas. Sosiologi sastra adalah pendekatan yang mengkaji hubungan karya
sastra dengan kenyataan sosial (masyarakat). Pendekatan ini berangkat dari
keyakinan bahwa karya sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Oleh
karena itu, dalam mengkaji dan memahaminya, diperlukan pula kajian dari segi
kemasyarakatannya. Ada berbagai jenis kajian dalam menelaah hubungan karya
sastra dengan kehidupan sosial masyarakat ini.
Wellek
dan Waren (1995:111) mengemukakan tiga jenis pendekatan yang berbeda dalam
sosiologi sastra. Pertama adalah sosiologi pengarang yang memasalahkan status
sosial, ideologi sosial, dan lain-lain, yang menyangkut pengarang sebagai
penghasil karya sastra. Kedua adalah sosiologi karya sastra yang memasalahkan
isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra
itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial. Ketiga adalah sosiologi
sastra yang memasalahkan pembaca dan pengaruh sosial karya sastra. Secara lebih
terinci, rumusan-rumusan tersebut diuraikan dalam beberapa pertanyaan
penelitian, yaitu sebagai berikut,
1) Apakah
maraknya karya sastra yang mengupas seksualitas dan tubuh dipengaruhi oleh
kebijakan Pemerintah pada era Reformasi?
2) Apakah hal ini
dipengaruhi pula oleh faktor ekonomi yang diusung para penerbit buku?
3) Apakah
terdapat faktor ideologi?
4) Apakah
dipengaruhi oleh faktor media massa dan pembaca, serta adanya faktor-faktor
lainnya?
5) Bagaimanakah
bentuk dari semua faktor tersebut?
Setelah
rencana saya cukup matang untuk mengungkap karya sastra yang berunsur
seksualitas. Saya akan melanjutkan untuk mengumpulkan beberapa novel yang
umumnya memuat unsure hal seksualitas di dalamnya. Seperti kumpulan cerpen Jangan
main-main dengan kelamin karya Djenar Maesa Ayu. Novel Saman dan Larong karya Ayu Utami. Dari sekian contoh
tersebut merupakan karya era Reformasi. Memang seksualitas dipandang masyarakat
sebagai hal negatif tetapi di sini saya akan mengungpkan hal yang bertajuk
positif juga. Tubuh yang di maksud di dalam jurnal merupakan arti raga dan
jasmani Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1995: ) seksualitas
diartikan 1) ciri, sifat, atau peranan seks, 2) dorongan seks, dan 3) kehidupan
seks. Penulis terkadang menyukai penulisan yang berbau seksualitas karena
pembaca sendiri menyukai. Saya juga akan mencari sosiologi pembaca. Apakah
minat pembaca selalu tertuju dengan hal seksualitas? Saya rasa tidak semua
pembaca menyukai hal tersebut. Pembaca kritis mungkin mencari hal yang dapat
diapresiasi dalam karya sastra tersebut. Di era sekarang novel-novel yang
bertajuk seksualitas dimetaforis karena terlalu vulgar untuk diungkapkan secara
terang-terangan.
Pada
tahap merevisi nanti saya akan memperbaiki jika memang ditemukan beberepa
kesalahan terjadi seperti umumnya EYD yang kurang diperhatikan. Bahasanya yang
sulit akan saya permudah sehingga tidak memberikan kesulitan bagi pembaca.
Menampung kritik dan saran yang bermanfaat bagi jurnal saya yang baik ke
depannya. Lebih banyak mengungkap realita di masyarakat terutama dibidang karya
sastra berbau seksualitas dan tubuh. Menjadikan pembaca terbuka wawasan tentang
karya sastra yang bermutu untuk dibaca dan menarik minat pembaca juga.
Waktu
yang saya butuhkan untuk membuat jurnal ini mungkin satu bulan. Membuat jurnal
ini nantinya tidak semudah begitu saja. Karena harus memuat data-data yang
relevan. Membandingkan karya satu dengan karya lainnya. Menguak suatu karya
sastra, tidak menyembunyikan fakta-fakta yang ada dalam hal tersebut. Dalam
satu bulan itu juga saya mengumpulkan novel-novel yang sangat berkaitan erat
dengan unsur seksualitas dan tubuh. Menambah ilmu saya tentang bagaimana
membuat jurnal yang dikenal baik dan benar dibuat. Salah satu mencari buku-buku
yang berkaitan dengan pembuatan jurnal yang baik dan benar.
0 komentar:
Posting Komentar