Kamis, 17 Maret 2016

Tugas 5 Rancangan Jurnal



Nama : Rido Ansyori
NIM    : A1B114094
Prodi   : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Judul Jurnal Acuan  : Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Maraknya Karya Sastra yang Mengupas Persoalan Seksualitas Dan Tubuh Dalam Kesusastraan Indonesia Modern Pada Era Reformasi
Penulis:Nenden Lilis Aisyah

            Perencanaan (Planning) dengan tahap diskriptif dan sosiologi sastra. Mencari sumber sastra yang berkaitan dengan sosiologi sastra. Tujuan saya membuat jurnal ini natinya yaitu mengetahui faktor-faktor kesusastraan Indonesia pada era Reormasi dengan maraknya karya sastra yang mengetengahkan dan mengupas seksualitas dan tubuh. Mengaitkan beberapa jurnal berkaitan dengan jurnal yang saya ingin teliti. Tema yang masih erat kaitannya dengan jurnal yang saya ingin diteliti. Tidak berhenti sampai di situ lanjut ke judul. Judul yang mungkin akan menarik pembaca, walaupun judul jurnal yang saya buat berbau seksualitas. Karena dengan itu pembaca mengetahui realita karya sastra yang mengupas seksualitas dan tubuh.
            Kesulitan yang mungkin saya temui untuk membuat jurnal ini yaitu menemukan dan mengupas dengan seksama seksualitas dan tubuh.  Karena sebelum mengupas jurnal tersebut, harus mempunyai data-data yang relevan. Tidak hanya sekedar membaca biasa saja. Mengaitkan karya sastra yang satu dengan karya sastra yang lain. Terutama dengan karya sastra yang berbau seksualitas. Sosiologi sastra adalah pendekatan yang mengkaji hubungan karya sastra dengan kenyataan sosial (masyarakat). Pendekatan ini berangkat dari keyakinan bahwa karya sastra merupakan cerminan kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dalam mengkaji dan memahaminya, diperlukan pula kajian dari segi kemasyarakatannya. Ada berbagai jenis kajian dalam menelaah hubungan karya sastra dengan kehidupan sosial masyarakat ini.
            Wellek dan Waren (1995:111) mengemukakan tiga jenis pendekatan yang berbeda dalam sosiologi sastra. Pertama adalah sosiologi pengarang yang memasalahkan status sosial, ideologi sosial, dan lain-lain, yang menyangkut pengarang sebagai penghasil karya sastra. Kedua adalah sosiologi karya sastra yang memasalahkan isi karya sastra, tujuan, serta hal-hal lain yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri dan yang berkaitan dengan masalah sosial. Ketiga adalah sosiologi sastra yang memasalahkan pembaca dan pengaruh sosial karya sastra. Secara lebih terinci, rumusan-rumusan tersebut diuraikan dalam beberapa pertanyaan penelitian, yaitu sebagai berikut,
1)      Apakah maraknya karya sastra yang mengupas seksualitas dan tubuh dipengaruhi oleh kebijakan Pemerintah pada era Reformasi?
2)      Apakah hal ini dipengaruhi pula oleh faktor ekonomi yang diusung para penerbit buku?
3)      Apakah terdapat faktor ideologi?
4)      Apakah dipengaruhi oleh faktor media massa dan pembaca, serta adanya faktor-faktor lainnya?
5)      Bagaimanakah bentuk dari semua faktor tersebut?
            Setelah rencana saya cukup matang untuk mengungkap karya sastra yang berunsur seksualitas. Saya akan melanjutkan untuk mengumpulkan beberapa novel yang umumnya memuat unsure hal seksualitas di dalamnya. Seperti kumpulan cerpen Jangan main-main dengan kelamin karya Djenar Maesa Ayu. Novel Saman dan  Larong karya Ayu Utami. Dari sekian contoh tersebut merupakan karya era Reformasi. Memang seksualitas dipandang masyarakat sebagai hal negatif tetapi di sini saya akan mengungpkan hal yang bertajuk positif juga. Tubuh yang di maksud di dalam jurnal merupakan arti raga dan jasmani Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia(1995: ) seksualitas diartikan 1) ciri, sifat, atau peranan seks, 2) dorongan seks, dan 3) kehidupan seks. Penulis terkadang menyukai penulisan yang berbau seksualitas karena pembaca sendiri menyukai. Saya juga akan mencari sosiologi pembaca. Apakah minat pembaca selalu tertuju dengan hal seksualitas? Saya rasa tidak semua pembaca menyukai hal tersebut. Pembaca kritis mungkin mencari hal yang dapat diapresiasi dalam karya sastra tersebut. Di era sekarang novel-novel yang bertajuk seksualitas dimetaforis karena terlalu vulgar untuk diungkapkan secara terang-terangan.
            Pada tahap merevisi nanti saya akan memperbaiki jika memang ditemukan beberepa kesalahan terjadi seperti umumnya EYD yang kurang diperhatikan. Bahasanya yang sulit akan saya permudah sehingga tidak memberikan kesulitan bagi pembaca. Menampung kritik dan saran yang bermanfaat bagi jurnal saya yang baik ke depannya. Lebih banyak mengungkap realita di masyarakat terutama dibidang karya sastra berbau seksualitas dan tubuh. Menjadikan pembaca terbuka wawasan tentang karya sastra yang bermutu untuk dibaca dan menarik minat pembaca juga.
            Waktu yang saya butuhkan untuk membuat jurnal ini mungkin satu bulan. Membuat jurnal ini nantinya tidak semudah begitu saja. Karena harus memuat data-data yang relevan. Membandingkan karya satu dengan karya lainnya. Menguak suatu karya sastra, tidak menyembunyikan fakta-fakta yang ada dalam hal tersebut. Dalam satu bulan itu juga saya mengumpulkan novel-novel yang sangat berkaitan erat dengan unsur seksualitas dan tubuh. Menambah ilmu saya tentang bagaimana membuat jurnal yang dikenal baik dan benar dibuat. Salah satu mencari buku-buku yang berkaitan dengan pembuatan jurnal yang baik dan benar.

0 komentar:

Posting Komentar